Selasa, 22 Februari 2011

Niat Upgrade

Awal mula saya mambuat blog adalah karena keinginan saya untuk meng-upgrade pengetahuan  tentang menge-blog. Penasaran dengan blog-blog yang wrapping nya sangat cantik, apalagi blog-blog fashion yang  saya sangat hobi membuka-bukanya. 
Sebelumnya saya pernah mempunyai blog yang tidak jelas isinya (setelah saya baca berulang-ulang dan saya menyadarinya). Mmmm mungkin lebih seperti sebuah buku diary (hehehe jadi malu sendiri). Apa yang saya rasakan pada saat itu saya tuangkan pada blog. Bayangkan saja, yang seharusnya tidak untuk dikonsumsi publik harus dibaca oleh banyak orang (pede banged, kayak banyak ajah yang ngebuka blog ku)! Tapi untungnya (untung apa rugi yak) saya sudah lupa password untuk log in kembali ke blog saya yang lama. Kalau pas sedang iseng ingin melihatnya lagi, rasanya ingin sekali menghapus jejak (duh piye toh, jadi ini untung apa rugi?). Jadi, buat siapapun yang mau berbagi ilmu dengan saya (secara ikhlas), tolong saya diberi tahu bagaimana caranya menghapus blog saya tadi dari dunia maya. 
Buat sharing saja, saya ini bukan seorang penulis tapi mulai saat ini saya belajar untuk lebih percaya diri menulis (yang bukan untuk konsumsi pribadi lo). Tapi saya punya aturan sendiri, seperti menulis blog ini, saya sangat berharap dapat dijadikan sebagai wadah untuk memperluas wacana (kayak berbagi tips ato trik), sharing atau mendiskusikan hal-hal kecil seperti ini. Jangan sampai urusan pribadi menjadi konsumsi publik. Dan tentunya blog ini dibuat bukan untuk menjatuhkan, menjelek-jelekkan, membombardir atau apapun namanya yang dapat merugikan orang lain. Jadi, sebelum menulis blog, akan lebih bijak kiranya jika kita berpikir ulang apakah tulisan kita layak untuk dipublikasikan.
Sebenarnya saya sendiri bingung dengan tulisan saya ini. Tapi saya yakin, siapapun yang membaca tulisan saya ini bisa memahami maksud saya. Oya, kalau ada yang tidak suka atau ingin memberikan saran dan kritik yang membangun untuk perkembangan blog saya, tulis saja. Saya akan dengan senang hati membacanya. Semangat! (halah tambah ndak nyambung)

Senin, 21 Februari 2011

Barang Bekas Mantan

Kadang suka geli aja kalau melihat pemandangan ada orang yang habis putus cinta terus berusaha keras membuang jejak mantan di berbagai bidang kehidupan. Ada yang langsung menghapus account mantan dari pertemanan di facebook atau model jejaring sosial lainnya, ada yang langsung menghapus nomor kontak mantan dari contact list di hape, ada yang langsung bakar foto bersama, membuang atau malah membakar semua barang pemberian dari sang mantan. Pokoknya apapun yang dapat mengembalikan memori kita akan sang mantan, dihilangkan! 
Walah-walah...la kok eman-eman banget ya...bukannya 'ndak mau rugi' sih. Ya, saya tahu sekali bahwa tidak semua orang mempunyai 'isi kepala' yang sama. Saya akui, dulu saya sempat mengalaminya. Kalau ingat pasti bikin senyam-senyum sendiri (hehe, padahal ndak ingetpun juga suka senyam-senyum sendiri...wew). Sekarang, seiring berjalannya waktu, saya belajar melincahkan logika (tapi bukan berarti ndak pernah pake hati juga lo. gini-gini juga masih cewek kale) yang kadang saya rasa dulu sangat minim saya gunakan. Inget kalimat 'semakin kita berusaha melupakan, justru malah semakin sering teringat', tidak? Nah itu lah yang melandasi pemikiran saya! simple sih, tapi sangat mengena (cie cie cie). Justru kenangan-kenangan itu yang telah memberikan pelajaran hidup yang berarti buat kita dan telah membentuk mental kita sekarang ini.
Coba deh dipikir bareng-bareng, daripada barang-barang pemberian sang mantan dibuang, dibakar, dilenyapkan, atau apalah istilahnya, apa tidak mendingan kalau kita berikan ke orang yang memang lebih membutuhkan? (kecuali foto kamu ma mantan kamu, hehe). Ya minimal kalau tidak ikhlas diberikan secara cuma-cuma ya dijual lah (teteup lah ya mikirnya ndak mau rugi. ups) dengan harga murah. Ya intinya, berpikirlah secara dewasa, logikanya lebih jalan (jangan kayak anak kecil), kalau bisa malah berbuat sesuatu yang berguna buat orang laen walaupun tidak terlihat atau dicap aneh oleh orang lain (berhentilah untuk takut atas pemikiran orang lain terhadap kita!).
Nah, ceritanya ketika saya sedang bad mood di kantor, tiba-tiba terlintas pemikiran untuk melakukan aktivitas baru yang belum pernah saya lakukan sama sekali. Apakah itu? Saya berkeinginan mengadakan bazar atau toko atau butik khusus yang bisa menampung barang-barang pemberian sang mantan yang akan dibuang. Kayaknya seru tuh...Ada yang mau gabung? Atau mau menyumbangkan barang-barang bekas pemberian sang mantan? Contact me!