Jumat, 16 Maret 2012

Ramayana Ballet Prambanan


Ramayana ballet started with the competition conducted in order to find the right man to marry Dewi Shinta. Rama Wijaya as the Prince of Ayodya at last wins it. After winning the competition Rama and Shinta accompanied by Leksmana have their wander in Dadaka Forest.
In Dadaka Forest, Shinta is kidnapped by Rahwana and taken to Alengka Kingdom. Shocked by the bad news, Rama eagerly insists to get her back. He asks the monkey troops led by Hanoman to build a bridge to rescue Shinta from Alengka. The great battle between monkey troops and the giants of Alengka occurs afterwards.
The story ends with the death of Rahwana by Rama’s magic arrow. Then, Rama meets Shinta again. Yet Rama refuses Shinta since he considers that Shinta is not pure anymore. In order to prove her purity and loyalty to her husband, Shinta then burns herself. Shinta is safe from the burning fire and that is a proof for her husband that Shinta is still sacred. Finally Rama comes to her and they reunited.
Ini tadi sinopsis cerita Rama-Shinta yang saya baca di selebaran kertas dari pertunjukan Ramayana Ballet di Prambanan. Seru, jadi tahu cerita Rama-Shinta. Sekedar info buat temen-temen yang berminat mo nonton Ramayana Ballet Prambanan, Pertunjukan ini ada setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 19.30 – 21.30 WIB. Jadwal pertunjukan bisa berubah-ubah mengingat pertunjukan Ramayana Ballet  ada yang full story dan ada yang episodic. Khusus untuk untuk ‘episodic’ hanya ada pada saat open air theatre (outdoor) yang terdiri dari 4 episode dalam 4 hari berturut-turut. Jadwal Ramayana Ballet Prambanan untuk tahun 2012 pada bulan Januari, Februari, Maret, April, November, dan Desember adalah bulan-bulan untuk Trimurti Theatre yang artinya pertunjukan akan berlangsung indoor. Sedangkan Open Air Theatre nya ada di bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, September, dan Oktober. Kalau mo nanya-nanya lebih jelasnya, bisa kontak ke 0274-497771 / 496408. Have a nice day!


Senin, 05 Maret 2012

Bulan Tanpa Tinta Merah



Februari 2012 adalah bulan tanpa hari Minggu di kalender saya. Tidak sepantasnya saya mengeluh, karena letih yang saya rasakan tidak sebanding dengan ilmu dan pengalaman yang saya dapat.  Terimakasih teman-teman, tanpa kalian kegiatan tidak akan berjalan selancar kemarin…

Jumat, 02 Maret 2012

Bu Ageng, Warung Masakan Omah

Panas euy



Pukul 12.00 siang teng-teng! saya ditemani Dina (teman baik saya) dan si kecil Ela (keponakan saya) meluncur menuju Jl. Tirtodipuran No. 13 Mantrijeron. Panasnya siang itu tidak menyurutkan niat kami untuk menyicip makanan di warung Bu Ageng. Semua ini gara-gara saya mem-follow twitter Butet Kartaredjasa. Konon katanya beliau adalah pemilik warung makan Bu Ageng. Beliau juga paling rajin mempromokan menu-menu yang ada di warung Bu Ageng lewat twitter. Hemmmm awalnya sih biasa saja tapi kok lama-lama penasaran juga. Dan akhirnya, liburan Imlek kemarin saya makan siang di sana. Menu makanan di sana ndak beda jauh dengan menu masakan rumahan. Satu yang kemarin saya benar-benar menikmatinya, yaitu bubur duren mlekoh yang dihidangkan panas-panas disantap pas selesai berpanas-panasan dijalan. Mantaaabbbb!

 bubur duren mlekoh

 Es cincau hijau, kopyor duren, jeruk nipis hangat

Nasi campur baceman kambing, ayam nylekit, sayur bobor

salah satu sudut ruangan

mushola


Ni dia menu-menunya, tapi maap klo hasil jepretannya ndak jelas :)