Jumat, 05 Agustus 2011

Kurangi Air Es

Rahma kecil dulu paling doyan minum air es. Pokoknya mau sehaus apapun, kalau ndak air es ya ndak mau minum (kebangetan kan?). Jadi stok air es di kulkas selalu ada. Tapi dari tahun ke tahun, saya berusaha merubah pola demi kesehatan. Kebiasaan manja tadi saya hapus. Singkat cerita, setelah mulai kuliah, berhubung kemana-mana harus bisa sendiri, saya harus mempersiapkan stamina tubuh agar selalu fit. Memang tidak mudah tetapi setidaknya ada kemauan merubah pola hidup yang mungkin mempunyai efek negatif untuk kedepannya. Ya diantaranya dengan mengurangi konsumsi air es. Seringkali kalau kita sakit malah dianjurin jangan minum air es dulu apalagi pas batuk pilek. Jujur saya sendiri tidak banyak tau efek air es itu apa. Yang saya tau ya enak kalau diminum pas cuaca panas, tenggorokan kering, apalagi setelah makan (mmm tiba-tiba jadi pengen minum es kopyor).


Postingan kali ini saya akan berbagi informasi bahwa memang perlu sekali mengurangi kebiasaan minum air es. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, air es akan membekukan makanan berminyak yang telah kita makan, apalagi makanan yang berlemak. Lemak akan terbentuk dalam usus dan ,parahnya, akan mengakibatkan sempitnya saluran-saluran pencernaan. Lemak yang terkumpul tadi juga akan mengakibatkan kegemukan (ntar kayak Paman Gembul lo). Segala yang berlebihan pasti tidak baik, begitu juga dengan konsumsi air es yang bisa mengakibatkan serangan jantung. So, tunggu apalagi? Kurangi porsi minum air es mu, sayangi jantungmu...

Selasa, 02 Agustus 2011

Peduli...

Saya tidak yakin orang-orang diluaran sana punya pemikiran yang sama dengan saya tentang sebuah kepedulian. Bahkan saya masih ingat betul kata-kata mantan bos saya bahwa yang namanya peduli itu butuh modal gede, maksudnya secara finansial. Heran… mengapa semuanya dilihat dari segi materi ya? Peduli tidak harus dengan memberi uang kan? *tulisan ini saya posting ketika saya sedang merasa kesal dengan kejadian tadi pagi


Jumat, 22 Juli 2011

The Waroeng of Raminten


pintu masuk







mushola

halaman belakang

dapur

Tempat ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi yang berdomisili di Yogyakarta, apalagi yang doyan jalan-jalan ke Kaliurang. The Waroeng of Raminten ini juga sama dengan House of Raminten. Tempat makan milik Pak Hamzah (pemilik Mirota Batik) ini terletak di Jalan Kaliurang 'atas' yang jauh dari keramaian kota. Jadi pas banget buat yang lagi bete (seperti saya, misalnya, yang lagi bete ngangenin seseorang tapi yang dikangenin ndak ngrasa *curcol), suntuk pengen merefresh suasana hati. Selain jauh dari keramaian, di sini hawanya juga cukup sejuk. Apalagi kalau ke sini pas malam hari (tapi pas masih buka juga warungnya) pasti akan lebih berasa romantisnya. Hehehehe. Penasaran lihat menunya? 











Banyak kan pilihan menunya? Silahkan mencoba...



ups..


Kamis, 21 Juli 2011

Jalan-Jalan Sore ke Kotagede

 
Sore ini tadi, sepulang dari kantor, saya dan teman saya jalan-jalan ke Kotagede. Iseng-iseng mau ngicip es kacang ijo nya warung "Sido Semi". Sebuah warung lawasan (kuno) yang sebenarnya hanya menjual menu-menu biasa saja. Hanya saja warung ini seperti nya seringkali buat "kangen-kangenan". Sore tadi kebetulan pengen makan es kacang ijo yang ada ketan putihnya. Begitu dapat info kalau di Sido Semi ini juga ada menu itu, tanpa berpikir dua kali saya langsung berangkat. 


  es kacang ijo

mmm kenyang...

Perjalanan berlanjut. Sebelum pulang, kami berdua memutuskan untuk sekalian makan malam. Dan... sate sapi karang jadi sasaran kami! Sudah pernah ke sana? Sate sapi karang Kotagede "Pak Prapto" deket lapangan. Sepertinya harus dicoba dan sepertinya tidak akan menyesal. Di sana tersedia beberapa menu sate sapi. Satenya ada yang di bumbu kacang, kecap, trus mmm saya lupa yang satunya lagi tapi yang ini semacam kuah pempek (empek-empek). Trus untuk lontongnya ada dua pilihan, lontong sayur dan lontong kacang. Kalau pas jalan-jalan ke Kotagede, cobain deh...


sate bumbu kacang, lontong sayur





Sabtu, 16 Juli 2011

Taman Sari Yogyakarta (Water Castle)

Taman Sari… Udah bolak-balik datang ke sana tetep saja masih bingung dengan jalan-jalan yang menghubungkan bangunan satu ke bangunan lainnya. Bangunan Taman Sari (Water Castle) Yogyakarta merupakan situs peninggalan dari jaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758. Kalau pengen tau lebih detailnya mendingan buka di Wikipedia karena saya sendiri juga bingung kalau harus menceritakan satu persatu sejarah bangunan di Taman Sari.
Hari Minggu kemarin saya pergi ke Taman Sari bersama keponakan saya yang masih berusia 4 tahun. Siang itu Taman Sari nampak ramai dan ternyata waktunya pas banget dengan liburan anak sekolah. Kebayang kan betapa sibuk nya saya yang harus menjaga keponakan saya dari kerumunan wisatawan. Tapi untungnya saya didampingi seorang guide yang baik hati dan tidak sombong. Dan yang lebih menyenangkan lagi, saya tidak perlu repot mengambil gambar karena sang guide dengan senang hati membawa kamera saya dan mengambil gambar-gambar Taman Sari. Mungkin foto-foto ini kurang memuaskan tapi lumayan juga, ndak ancur ancur banget. Ok, cekidot!

Ini tempat beli tiketnya

Pintu masuk







Ini ni jalan menuju Kolam Pemandian Umbul Binangun







Ini untuk perapian nya
 
 
 
Sumur Gumuling

Sumur Gumuling ini berlantai dua yang dijamannya bangunan ini difungsikan sebagai masjid. Di tengah-tengah bangunan ada kolam untuk mengambil air wudlu yang tepatnya terletak dibawah tangga. Terdapat empat tangga yang bertemu dibagian tengah dan satu tangga lagi menuju lantai dua. Total tangga berjumlah lima yang konon katanya menggambarkan 'sholat lima waktu'. Kemudian anak tangga di setiap jenjangnya ada sembilan yang juga konon katanya menggambarkan 'jumlah sunan'.






Kiblat dan tempat imam

Kolam kecil

Jumbleng pengantin untuk cewek

Jumbleng pengantin untuk cowok, tapi sekarang sdh hancur dan digunakan penduduk sebagai tempat sampah *sedihnya...