Senin, 23 April 2012

Goa Pindul & Kali Oyo

Pernah dengar cave tubing Pindul? Cave tubing hampir mirip dengan rafting. Hanya saja, cave tubing ini menyusuri goa menggunakan ban dalam per-orang nya.  Berhubung saya belum pernah merasakan cave tubing, 2 minggu yang lalu saya ditemani oleh adik saya, langsung meluncur ke lokasi untuk merasakan sensasinya. Goa Pindul terletak di daerah Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, DIY. Tidak perlu bingung untuk menuju  tempat wisata Goa Pindul, cukup menghubungi mas Haris Purnawan di 085 9596 56 561, kita akan diantar pemandu ke Goa Pindul. Sesampainya disana, kita akan disuguhi beberapa paket wisata, yaitu:
 -Cave tubing Pindul        Rp 25.000,-/orang
(fasilitas: pemandu, jaket pelampung, ban, sepatu air, wedang pindul)
-River tubing Oyo             Rp 35.000,-/orang
(fasilitas: pemandu, jaket pelampung, ban, sepatu air, wedang pindul)
-Caving Sioyot                   Rp 25.000,-/orang
(fasilitas: pemandu, helm pelindung, sepatu air, wedang pindul)
Kami bertiga, mencoba cave tubing pindul dan river tubing oyo. Cukup dengan membayar Rp 60.000,-/orang, kami sudah mendapatkan fasilitas lengkap. Untuk pemandu penunjuk jalan menuju obyek wisata, kami tidak dikenakan charge sama sekali. Kami bertiga mendapat kan 2 pemandu, satu sebagai guide dan satu lagi, asistennya, membantu kami untuk mendokumentasikan momen liburan (maksudnya bantuin poto-poto).  Jaket pelampung, ban, sepatu air (tapi saya tetep aja milih pake sandal japit), dan wedang pindul, semua fasilitas lengkap kami dapatkan.


Kembali ke Goa Pindul, goa ini memiliki panjang sekitar 350 meter dengan lebar sampai 5 meter, tinggi atap goa dari permukaan air 4 meter. Goa Pindul ini dialiri sungai bawah tanah yang tenang dengan kedalaman yang bervariasi dari 5 sampai 12 meter. Cave tubing pindul berdurasi 45-60 menit.
Sebelum turun ke lokasi, kami diberi kesempatan untuk menyuarakan yel-yel (kalau punya) dan doa bersama sebelum melakukan aktivitas. Kita diarahkan oleh pemandu untuk membuang pikiran-pikiran negatif. Bersenag-senang adalah tujuan utama kita. Karena kami tidak manja, ban kami bawa sendiri selama perjalanan menuju goa. Dimulut goa, sebelum menelusuri goa kami diajak berdoa bersama (lagi). Dan petualangan pun dimulai…


 Ini nih pintu masuknya

 mulut goa dari sisi luar

 Mulut goa dari sisi dalam goa

Ada 3 zona yang kita lewati didalam goa, yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap abadi. Yang paling saya ingat benar dalah pada saat kita berada di zona gelap abadi, pemandu memadamkan head lamp sejenak dan memberikan waktu kepada pengunjung untuk berdoa. Sempet ngrasa horor sendiri karena memang benar-benar gelap! Didalam goa saya takjub melihat stalagtit dan stalagmit baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif. Stalagtit kristal juga menjadi pemandangan yang tidak kalah menarik. Ada juga stalagtit yang bergabung dengan stalagmit. Nah, ternyata didalam goa ini terdapat stalagtit terbesar keempat di dunia. Pertemuan antara stalagtit dan stalagmit ini mendapat julukan sebagai Soko Guru karena letaknya yang berada di tengah-tengah goa seperti pilar. Dibutuhkan 5 rentangan tangan orang dewasa untuk mengukur lingkar stalagtit ini.  

 stalagtit yang sudah tidak aktif

 Soko Guru

Jangan heran, kita akan seringkali melihat kelelawar beterbangan dan bergelantungn di atap goa. Mereka ini salah satu penghuni goa. Menurut sang pemandu, dulunya juga banyak burung seriti dan walet. Namun, setelah Goa Pindul seringkali dikunjungi oleh para wisatawan, mereka memilih untuk ‘pindah rumah’. Begitu juga dengan kelelawar, jumlah mereka pun semakin berkurang.
Didalam juga ada stalagtit jantan yang konon katanya bagi siapa saja yang memegangnya akan menambah vitalitas. Buat yang cewek, stalagtit puting (stalagtit aktif) akan memberi tetesan air yang dipercayai dapat membuat cantik dan awet muda. Anda percaya?

 ini yang buat cowok

 ini yang buat cewek

Sebelum keluar dari goa, kita melewati zona terang dimana terdapat lubang di atap goa. Pengunjung diberi kesempatan untuk berenang bebas dibawah sinar matahari yang masuk dari lubang goa. 

 lubang di atap goa


 pintu keluar dari sisi dalam goa



 pintu keluar dari luar goa

 terjun bebas


Cave tubing pindul sudah kami lewati. Sungai Oyo sudah menanti kita untuk river tubing. Perjalanan menuju Sungai Oyo kami tempuh dengan berjalan kaki melewati hamparan sawah yang hijau. Rasanya senang sekali melihat pemandangan asri yang jauh dari asap  kendaraan. Berhektar-hektar sawah yang kami lihat ini ternyata diairi oleh mata air yang melewati Goa Pindul tadi. 



River tubing oyo juga tidak kalah serunya. Kami harus melewati jeram-jeram dan disana saya dapat melihat air terjun yang airnya berasal dari Goa Pindul. Saya bisa sun bathing (alias tanning alami) dan menikmati pemandangan sepanjang Sungai Oyo. Hemm benar-benar menyenangkan...












Bagi anda yang suka tantangan, ndak rugi nyobain cave tubing pindul dan river tubing oyo. Selamat berlibur!

Jumat, 16 Maret 2012

Ramayana Ballet Prambanan


Ramayana ballet started with the competition conducted in order to find the right man to marry Dewi Shinta. Rama Wijaya as the Prince of Ayodya at last wins it. After winning the competition Rama and Shinta accompanied by Leksmana have their wander in Dadaka Forest.
In Dadaka Forest, Shinta is kidnapped by Rahwana and taken to Alengka Kingdom. Shocked by the bad news, Rama eagerly insists to get her back. He asks the monkey troops led by Hanoman to build a bridge to rescue Shinta from Alengka. The great battle between monkey troops and the giants of Alengka occurs afterwards.
The story ends with the death of Rahwana by Rama’s magic arrow. Then, Rama meets Shinta again. Yet Rama refuses Shinta since he considers that Shinta is not pure anymore. In order to prove her purity and loyalty to her husband, Shinta then burns herself. Shinta is safe from the burning fire and that is a proof for her husband that Shinta is still sacred. Finally Rama comes to her and they reunited.
Ini tadi sinopsis cerita Rama-Shinta yang saya baca di selebaran kertas dari pertunjukan Ramayana Ballet di Prambanan. Seru, jadi tahu cerita Rama-Shinta. Sekedar info buat temen-temen yang berminat mo nonton Ramayana Ballet Prambanan, Pertunjukan ini ada setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 19.30 – 21.30 WIB. Jadwal pertunjukan bisa berubah-ubah mengingat pertunjukan Ramayana Ballet  ada yang full story dan ada yang episodic. Khusus untuk untuk ‘episodic’ hanya ada pada saat open air theatre (outdoor) yang terdiri dari 4 episode dalam 4 hari berturut-turut. Jadwal Ramayana Ballet Prambanan untuk tahun 2012 pada bulan Januari, Februari, Maret, April, November, dan Desember adalah bulan-bulan untuk Trimurti Theatre yang artinya pertunjukan akan berlangsung indoor. Sedangkan Open Air Theatre nya ada di bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, September, dan Oktober. Kalau mo nanya-nanya lebih jelasnya, bisa kontak ke 0274-497771 / 496408. Have a nice day!


Senin, 05 Maret 2012

Bulan Tanpa Tinta Merah



Februari 2012 adalah bulan tanpa hari Minggu di kalender saya. Tidak sepantasnya saya mengeluh, karena letih yang saya rasakan tidak sebanding dengan ilmu dan pengalaman yang saya dapat.  Terimakasih teman-teman, tanpa kalian kegiatan tidak akan berjalan selancar kemarin…

Jumat, 02 Maret 2012

Bu Ageng, Warung Masakan Omah

Panas euy



Pukul 12.00 siang teng-teng! saya ditemani Dina (teman baik saya) dan si kecil Ela (keponakan saya) meluncur menuju Jl. Tirtodipuran No. 13 Mantrijeron. Panasnya siang itu tidak menyurutkan niat kami untuk menyicip makanan di warung Bu Ageng. Semua ini gara-gara saya mem-follow twitter Butet Kartaredjasa. Konon katanya beliau adalah pemilik warung makan Bu Ageng. Beliau juga paling rajin mempromokan menu-menu yang ada di warung Bu Ageng lewat twitter. Hemmmm awalnya sih biasa saja tapi kok lama-lama penasaran juga. Dan akhirnya, liburan Imlek kemarin saya makan siang di sana. Menu makanan di sana ndak beda jauh dengan menu masakan rumahan. Satu yang kemarin saya benar-benar menikmatinya, yaitu bubur duren mlekoh yang dihidangkan panas-panas disantap pas selesai berpanas-panasan dijalan. Mantaaabbbb!

 bubur duren mlekoh

 Es cincau hijau, kopyor duren, jeruk nipis hangat

Nasi campur baceman kambing, ayam nylekit, sayur bobor

salah satu sudut ruangan

mushola


Ni dia menu-menunya, tapi maap klo hasil jepretannya ndak jelas :)




Jumat, 05 Agustus 2011

Kurangi Air Es

Rahma kecil dulu paling doyan minum air es. Pokoknya mau sehaus apapun, kalau ndak air es ya ndak mau minum (kebangetan kan?). Jadi stok air es di kulkas selalu ada. Tapi dari tahun ke tahun, saya berusaha merubah pola demi kesehatan. Kebiasaan manja tadi saya hapus. Singkat cerita, setelah mulai kuliah, berhubung kemana-mana harus bisa sendiri, saya harus mempersiapkan stamina tubuh agar selalu fit. Memang tidak mudah tetapi setidaknya ada kemauan merubah pola hidup yang mungkin mempunyai efek negatif untuk kedepannya. Ya diantaranya dengan mengurangi konsumsi air es. Seringkali kalau kita sakit malah dianjurin jangan minum air es dulu apalagi pas batuk pilek. Jujur saya sendiri tidak banyak tau efek air es itu apa. Yang saya tau ya enak kalau diminum pas cuaca panas, tenggorokan kering, apalagi setelah makan (mmm tiba-tiba jadi pengen minum es kopyor).


Postingan kali ini saya akan berbagi informasi bahwa memang perlu sekali mengurangi kebiasaan minum air es. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, air es akan membekukan makanan berminyak yang telah kita makan, apalagi makanan yang berlemak. Lemak akan terbentuk dalam usus dan ,parahnya, akan mengakibatkan sempitnya saluran-saluran pencernaan. Lemak yang terkumpul tadi juga akan mengakibatkan kegemukan (ntar kayak Paman Gembul lo). Segala yang berlebihan pasti tidak baik, begitu juga dengan konsumsi air es yang bisa mengakibatkan serangan jantung. So, tunggu apalagi? Kurangi porsi minum air es mu, sayangi jantungmu...

Selasa, 02 Agustus 2011

Peduli...

Saya tidak yakin orang-orang diluaran sana punya pemikiran yang sama dengan saya tentang sebuah kepedulian. Bahkan saya masih ingat betul kata-kata mantan bos saya bahwa yang namanya peduli itu butuh modal gede, maksudnya secara finansial. Heran… mengapa semuanya dilihat dari segi materi ya? Peduli tidak harus dengan memberi uang kan? *tulisan ini saya posting ketika saya sedang merasa kesal dengan kejadian tadi pagi


Jumat, 22 Juli 2011

The Waroeng of Raminten


pintu masuk







mushola

halaman belakang

dapur

Tempat ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi yang berdomisili di Yogyakarta, apalagi yang doyan jalan-jalan ke Kaliurang. The Waroeng of Raminten ini juga sama dengan House of Raminten. Tempat makan milik Pak Hamzah (pemilik Mirota Batik) ini terletak di Jalan Kaliurang 'atas' yang jauh dari keramaian kota. Jadi pas banget buat yang lagi bete (seperti saya, misalnya, yang lagi bete ngangenin seseorang tapi yang dikangenin ndak ngrasa *curcol), suntuk pengen merefresh suasana hati. Selain jauh dari keramaian, di sini hawanya juga cukup sejuk. Apalagi kalau ke sini pas malam hari (tapi pas masih buka juga warungnya) pasti akan lebih berasa romantisnya. Hehehehe. Penasaran lihat menunya? 











Banyak kan pilihan menunya? Silahkan mencoba...



ups..